SURABAYA, SahabatMaritim.com – Fakultas Farmasi Universitas Hang Tuah (UHT) menyelenggarakan Pelatihan Kesiapsiagaan Kebakaran dan Praktik Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Ballroom Lantai 6 Gedung Baru Fakultas Farmasi, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi komitmen fakultas dalam meningkatkan kesiapsiagaan sivitas akademika menghadapi potensi keadaan darurat kebakaran melalui pembekalan teori dan simulasi praktik.

Pelatihan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Fakultas Farmasi. Turut hadir Dekan Fakultas Farmasi UHT, Prof. Dr. Apt. Suko Hardjono, M.S., yang memberikan dukungan terhadap penguatan budaya keselamatan di lingkungan kampus.

Kepala Program Studi Farmasi, Apt. Dita Nurlita Rakhma, S.Farm., M.Farm., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pemahaman mengenai keselamatan kerja merupakan bekal penting bagi seluruh sivitas akademika, khususnya yang setiap hari beraktivitas di laboratorium.
“Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh peserta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran sehingga dapat bertindak cepat, tepat, dan tidak panik,” ujarnya.
Materi pertama disampaikan oleh Ridlo Nur Wahab, S.T., M.K.K.K., yang memaparkan faktor-faktor penyebab kebakaran, potensi risiko di lingkungan kerja maupun laboratorium, serta pentingnya langkah pencegahan sebagai bagian dari perlindungan terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Selanjutnya peserta memperoleh materi mengenai Emergency Response Plan (ERP) dan evaluasi pelaksanaan drill. Dalam sesi ini dijelaskan prosedur tanggap darurat, mekanisme koordinasi saat terjadi kebakaran, jalur evakuasi, hingga pentingnya evaluasi setelah simulasi sebagai upaya penyempurnaan sistem penanganan keadaan darurat.
Usai pembekalan teori, seluruh peserta mengikuti simulasi evakuasi. Alarm keadaan darurat dibunyikan sebagai tanda dimulainya proses penyelamatan. Peserta kemudian diarahkan menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditetapkan dengan pendampingan instruktur agar setiap tahapan berjalan sesuai prosedur keselamatan.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik pemadaman api. Instruktur memperagakan berbagai teknik penanganan kebakaran sesuai tingkat dan karakteristik api menggunakan alat pemadam tradisional, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga sistem hydrant.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung cara memegang APAR, mengarahkan semprotan ke sumber api, serta mengoperasikan hydrant sesuai standar keselamatan.
Melalui pelatihan ini, Fakultas Farmasi Universitas Hang Tuah berharap budaya keselamatan semakin tertanam di lingkungan kampus. Kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran menjadi tanggung jawab bersama sehingga seluruh sivitas akademika mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. (red)














